Berdasarkan Matematika, Inilah Usia Yang Tepat Untuk Menikah

November 10, 2015 Fani Rachmita

"Kapan nikah?" Anda termasuk yang sering mendapat pertanyaan ini? Namun, tahukah Anda, sebenarnya, adakah batasan umur yang pasti bagi seseorang untuk dikatakan sudah layak menikah? (sumber: Time)

 

 Banyak orang yang bilang, menikah muda (di awal usia 20 tahun) adalah masa dimana metabolisme tubuh seseorang sedang dalam puncaknya. Dan Anda dibilang akan mempunyai momen yang lebih banyak dengan anak nanti. Sebagian lagi bilang, menikahlah di usia akhir 20-an, karena pada usia tersebut Anda sudah mapan dan stabil dalam emosi? Lalu manakah yang benar? Di umur berapakah seseorang seharusnya menikah? 

Sebuah studi yang baru dirilis ternyata memberitahukan bahwa usia ideal untuk  menikah adalah antara umur 28 hingga 32 tahun! Apabila mereka tidak mau bercerai di 5 tahun pertama pernikahan. Studi ini dilakukan oleh Nick Wolfinger, seorang sosiologis di University of Utah, yang kemudian studi ini dipublikasikan oleh berbagai institusi keluarga. Studi ini pada dasarnya menghasilkan hasil penelitian bahwa orang-orang yang menikah pada usia di antara 28-32 tahun lebih sedikit terkena resiko bercerai. 

Analisa data Wolfinger berasal dari Survey Pertumbuhan Keluarga di tahun 2006-2010 dan 2011-2013. Ia menemukan kurva yang naik turun dimana, "Peluang bercerai menurun dari mereka yang menikah di usia remaja ke usia akhir 20 tahun dan awal 30 tahun. Setelahnya, peluang bercerai kembali naik di usia akhir 30 dan awal 40." Untuk setiap tahun setelah umur 32 tahun, peluang bercerai naik 5%, menurut studi ini lagi. 

Di luar studi ini, banyak alasan kenapa orang di usia akhir 20 dan awal 30 sangat masuk akal untuk memulai hidup dengan pasangan seumur hidup. Karena mereka cukup "tua" untuk mengerti ketika mereka bersama dengan seseorang karena alasan selain buta karena hormon. Mereka sudah membuat pilihan-pilihan hidup yang signifikan dan bertanggung jawab akan itu. Dan juga secara finansial, mereka sanggup untuk men-support pasangannya. 

Di sisi lain, orang-orang berusia 28-32 tahun tidak terlalu tua dan sudah mempunyai cara atau metode untuk menyesuaikan diri dengan kebiasan, gaya hidup dan tujuan yang menjadi persyaratan sebuah hubungan. Dan besar kemungkinannya mereka tidak mempunyai mantan suami atau anak-anak yang berasal dari hasil perceraian yang bisa mengalihkan waktu, tenaga dan loyalitas mereka. 

Bagaimana? Sudah siap menikah?? Temukan beragam wedding vendor dengan meng-klik link di bawah ini

 

 

Previous Article
Satu Cara Untuk Membuat Kulit Wajah Bebas Keriput
Satu Cara Untuk Membuat Kulit Wajah Bebas Keriput

Menjadi tua memang tidak bisa dihindari, tapi bukan berarti Anda tidak bisa memperlambatnya sekaligus menja...

Next Article
3 Cara Untuk Meningkatkan dan Mengembangkan Kreatifitas Anak
3 Cara Untuk Meningkatkan dan Mengembangkan Kreatifitas Anak

Banyak orang berasumsi kalau kreativitas adalah bakat yang didapat sejak lahir. Padahal kreatifitas lebih k...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More