Boleh Saja Membeli Preloved Makeup, Asal Perhatikan 5 Hal Ini, Ya!

March 13, 2018 Chatarina Komala

Sah-sah saja membeli produk makeup. Namun, kalau sidah terlalu banyak, bisa-bisa ada produk yang hanya sekali pakai. Nah, kalau sudah begini, membeli dan menjual produk bisa jadi solusi.

Setiap tahunnya tren makeup selalu berubah. Tidak jarang, produk-produk kecantikan pun senantiasa berkembang. Mulai dari warna, jenis, hingga fungsi--setiap harinya, selalu hadir produk-produk baru yang tidak kalah menarik. Sisi positifnya, tentu Anda punya banyak pilihan. Hanya saja, kondisi ini jadi kurang menguntungkan, lantaran ada beberapa produk yang hanya sekali pakai. Apalagi, beberapa merek produk dibanderol dengan harga yang tidak murah...

Lantas, bagaimana jika Anda termasuk orang yang tidak ingin ketinggalan tren? Jika sudah begini, membeli produk preloved bisa jadi solusinya. Toh, tidak jarang banyak beauty influencer yang menjual produk makeup dengan harga yang lebih hemat, tetapi berkualitas.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengingat Anda tidak lagi memberi produk dalam kondisi baru. Apalagi, mayoritas produk tersebut akan digunakan pada wajah.

 

1. Masa Kedaluarsa

Ilustrasi: www.lecitykitty.com

Masa kedaluarsa produk makeup sering kali luput dari perhatian Anda. Nah, sebelum membeli produk preloved, ada baiknya Anda memperhatikan batas masa kedaluarsa yang berlaku. Jika pembelian dilakukan secara online, Anda bisa, kok, menanyakan masa berlaku atau kode produksi pada si penjual. Cara lain, bisa mengeceknya sendiri melalui situs Checkcosmetic atau Checkfresh. Toh, biasanya beberapa merek high end bisa diketahui masa kedaluarsanya melalui situs tersebut.

 

2. Produk dalam Kondisi Baik

Ilustrasi: www.rd.com

Hal ini berlaku pada peralatan makeup seperti kuas atau beauty blender. Setelah memastikan produk dalam kondisi baik, pastikan Anda selalu membersihkannya terlebih dulu sebelum digunakan. Caranya cukup mudah, seperti menggunakan alat pembersih kuas atau merendamnya dalam alkohol jika produk berbahan logam.

 

3. Kemasan Produk

Ilustrasi: www.sheknows.com

Nah, ketika ingin membeli produk preloved, ada baiknya Anda memperhatikan kemasan produk. Biasanya, produk dengan kemasan tube, spray, dan bottle pump lebih disarankan sebab dianggap higienis, steril, dan tidak mudah terkontaminasi bakteri. Sebaliknya, hindari membeli produk dalam kemasan jar, sebab berisiko terkontaminasi bakteri.

 

4. Tekstur Produk

Ilustrasi: www.beautyheaven.com.au

Hindari membeli produk bertekstur cair atau krim, lantaran risiko tinggi terkontaminasi bakteri. Adapun beberapa produk ini meliputi maskara, eyeliner, aneka krim, dan lip gloss. Sebaliknya, Anda disarankan untuk membeli produk kecantikan bertekstur powder, seperti eyeshadow, blush on, lipstik batangan, atau face powder. Hanya saja, tetap perhatikan kondisinya, ya. Jika perlu, sterilkan terlebih dulu dengan membersihkan aplikator dan tutup kemasannya, hingga meletakkannya di dalam freezer semalaman untuk mematikan bakteri.

 

5. Pilih Sistem COD dan Tunai

Ilustrasi: www.sheknows.com

Usahakan Anda selalu membeli produk dengan sistem cash on delivery. Tujuannya, supaya Anda dapat melihat dan mengamati produk secara langsung.

Previous Article
Apakah Bentuk Bibir Anda Sempurna? Yuk, Cek Tanda-tandanya!
Apakah Bentuk Bibir Anda Sempurna? Yuk, Cek Tanda-tandanya!

Sebelumnya, tidak ada tolok ukur yang benar-benar tepat untuk mengetahui sempurna atau tidaknya bentuk bibi...

Next Article
Punya Bentuk Bokong Besar? Yuk, Hindari 3 Model Celana Ini!
Punya Bentuk Bokong Besar? Yuk, Hindari 3 Model Celana Ini!

Bentuk bokong yang besar bukanlah masalah. Jangan keburu minder, sebab Anda bisa menyiasatinya dengan pinta...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More