Happy 2nd Anniversary

August 31, 2018 Devita Lesmana


Happy 2nd Anniversary, my dear! Honestly, I'm surprised by how we can survive being tolerate to each other for two years. These two years is definitely not easy for us, or at least for me personally. We have so-many-differences. Well, two becomes one is surely not a kid's stuff, and yes, if you don't understand the meaning behind a relationship you're probably still a kid.



Aku baru aja menyelesaikan (baca) buku judulnya 'Perceraian'. Sebenernya bukunya lebih banyak bahas tentang pernikahan sih, terus dijelaskan lebih lanjut tentang kenapa sih kok nggak boleh bercerai. Aku mau jelasin singkat aja ya tentang bukunya, soalnya menurutku ini cukup penting. Jaman sekarang perceraian sudah menjadi makanan sehari-hari, sudah menjadi hal yang biasa. Hopefully, ini jadi pencerahan, baik buat kamu yang belum menikah ataupun sudah menikah.

Oke, kita hidup di dunia ini seharusnya menjadi duta Kerajaan Allah, bukan? Seperti yang diketahui, Duta Kerajaan Allah misinya adalah menjalankan rencana Tuhan yang sudah ditetapkan untuk kita. Nah, untuk hidup dalam panggilan Tuhan, kita perlu memproses diri, membangun karakter dalam diri ini, agar serupa dengan Kristus (punya karakter yang sama dengan Kristus). Membangun karakter itu susah banget. Apa sih yang dapat memproses kita? Ya, biasanya masalah yang kita hadapi, orang-orang yang ada di sekitar kita, itulah yang memproses kita. Orang yang paling bisa memproses kita tentu adalah orang-orang terdekat, biasanya pasangan kita sendiri.



Pernikahan juga merupakan sarana untuk berproses. That is why perceraian tidak seharusnya ada, karena tidak seharusnya kita quit dari proses yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup kita. Buat kita yang belum menikah, sebaiknya kita bisa memilih pasangan yang sepadan (dalam segala hal). Supaya waktu yang seharusnya dipakai untuk menghidupi panggilan Tuhan tidak habis untuk ngurusin prahara rumah tangga. Tapi, yang terpenting harus digumulkan, harus tanya Tuhan, apa bener orang ini memang Tuhan tempatkan untuk jadi pasangan hidupku.



Satu hal yang kuingat, ketika kita menikah, sebenarnya kita lagi berjanji untuk melepas hak. Most likely, yang dilepaskan adalah hak untuk 'mendapat' kebahagiaan. Seringkali kita menikah karena ingin mendapatkan kebahagiaan dari pasangan. Padahal, pasangan kita juga masih manusia, jadi jelas tidak sempurna. Pernikahan adalah perjanjian untuk hanya melakukan kewajiban, hanya untuk memberi kebahagiaan pada pasangan.

Mudah dikatakan, sulit dilakukan. That's why berumah tangga itu hal yang penting dan besar, apalagi buat aku. Menikah bukan hanya sekedar berkeluarga, punya anak. It's more than that. Pacaran adalah satu step sebelum menikah. Pacaran bukan untuk anak kecil. Pacaran juga nggak melulu bahagia, tapi justru sebaliknya, fase pacaran adalah proses awal sebelum menikah.


So yeah, that's all for now. Once again, happy anniversary, kvn! <3


So, that’s practically what I want to say. Thanks for reading. I hope you find this post useful. I’ll see you soon!

W R I T T E N   W I T H   L O V E   B Y
 

Read more...

Previous Article
Betadine Feminine Wash, My New Bestfriend
Betadine Feminine Wash, My New Bestfriend

As I promise you guys, hari ini aku mau share informasi dan review dari Betadine Feminine Wash, salah satu ...

Next Article
Emina Beauty Lips Day
Emina Beauty Lips Day

Hello girls! Baru aja tadi siang ini aku bekerja sama dengan Emina untuk bikin my very first makeup class d...