Tubuh Terlampau Tinggi Berpotensi Terkena Kanker

July 17, 2016 Fani Rachmita

Mereka yang bertubuh tinggi punya keuntungan sosial, lebih mudah dikenali dan masuk dalam kategori atraktif dan ternyata bisa juga berdampak pada masalah penghasilan!

Menurut Dr. Eeric Truumees, seorang orthopedic surgeon di Texas via Huffington Post, tinggi seseorang memang punya dampak positif tapi selain itu juga punya dampak negatif pada seseorang. Orang dengan tubuh yang tinggi biasanya bergerak lebih lamban dan kurang fleksibel. Selain itu, mereka juga punya beberapa masalah medis lainnya. 

 

Jangka Hidup

Dari sudut evolusi, ada harga yang harus dibayar dengan menjadi tinggi, jangka hidup yang pendek. Seiring dengan teori, tumbuh lebih cepat dan lebih besar bisa berarti Anda mempunyai umur yang lebih pendek, "dan ini terjadi pada tikus-tikus," ungkap Mary Schooling, profesor di City University of New York School of Public Health and Health Policy. Sementara beberapa gen telah dihubungkan dengan kaitannya antara tubuh tinggi dan umur panjang, dan ternyata berujung pada hasil populasi dengan tubuh yang lebih pendek, hidup lebih lama.  Meski begitu, para ahli masih mencari kaitan  jangka hidup ini apa memang bertubuh lebih tinggi hanyalah alasannya atau ada hal lain yang mempengaruhi seperti nutrisi, status sosial ekonomi dan resiko penyakit yang diderita seseorang. 

 

Kanker 

Kanker yang merupakan cel-cel abnormal yang berkembang biak di luar kontrol, menjadi masuk akal berkaitan dengan tinggi tubuh seseorang. Karena sel-sel yang lebih yang dimiliki orang yang lebih tinggi membuat semakin banyak kesempatan untuk sel-sel tersebut bermutasi menjadi kanker. Penjelasan ini muncul di sebuah penelitian tentang hormon yang berkaitan dengan kanker seperti di dada, ovarium dan prostat yang biasa terkena pada mereka yang bertubuh tinggi. Pertumbuhan hormon juga dapat bermain peran dalam pengembangan kanker, karena studi menunjukkan, kurang pertumbuhan dapat menurunkan resiko terkena penyakit tersebut. 

 

Jantung dan Diabetes

Kabar gembira, mereka yang bertubuh tinggi lebih sulit terkena sakit jantung dan diabetes dibanding yang bertubuh lebih pendek. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, salah satunya, mereka yang bertubuh tinggi biasanya tumbuh dalam lingkungan dimana mereka diberi makan dengan pola diet yang lebih sehat. Meski belum bisa dipastikan, namun hal ini menjadi salah satu teori yang masih dipakai para ahli. 

 

Transplantasi Paru-Paru

Mereka yang pendek punya masalah klasik bila ada di kerumunan. Entah tertinggal atau tidak kelihatan. Ini juga bisa terjadi saat Anda sedang menunggu transplantasi organ! Menurut penelitian, orang setinggi 5 kaki 3 inci atau lebih pendek dari itu harus menunggu organ lebih lama dan biasanya meninggal dalam proses menunggu organ dibanding mereka yang mempunyai tinggi rata-rata. Penyebabnya, donor yang langka. 

 

Cedera

Mereka yang lebih tinggi lebih rentan terkena ceder bukanlah berita baru. Namun cedera mereka ini bisa lebih parah dibanding orang dengan tubuh lebih pendek. Ketika mereka yang tinggi jatuh mereka akan jatuh lebih jauh dan efeknya lebih tinggi dan besar. Orang yang tinggi juga mempunyai tingkat yang tinggi terkena patah tulang pinggul. Karena syaraf mereka harus "berkelana" lebih jauh, orang yang tinggi juga punya reaksi yang lebih lambat. 

 

Penyumbatan Pembuluh Darah 

Saat traveling dengan pesawat dalam jangka waktu yang lama dan tubuh sedang dalam masa penyembuhan karena penyakit fisik seperti habis operasi, mereka yang lebih tinggi akan sangat tidak diuntungkan. Menurut penelitian, orang bertubuh tinggi punya resiko terkait penyumbatan pembuluh darah lebih besar. Apalagi mereka yang tinggi dan juga obesitas, ada kemungkinan 5 kali lebih potensial terkena penyumbatan pembuluh darah. 

 

Cedera Leher, Tulang Belakang dan Punggung 

Semua orang, baik yang bertubuh tinggi atau pendek, tulang-tulangnya bekerja dengan cara yang sama. Hanya saja mereka yang bertubuh tinggi lebih rentan dengan kondisi tulang belakang seperti skoliosis. 

 

 

Previous Article
7 Cara Detox Tanpa Juice
7 Cara Detox Tanpa Juice

Benarkah hanya jus yang dapat membersihkan tubuh dari racun?

Next Article
Paket Spa Ini Cuma Ada di Bali (part 3)
Paket Spa Ini Cuma Ada di Bali (part 3)

Semakin banyak alasan ke Bali.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More