Riasan Sederhana dan Warna Gelap, Kunci Sukses Wawancara Kerja

June 30, 2017 Chatarina Komala

Craig Bradshaw, seorang karyawan dari Mediaworks Online Marketing berbagi pengalamannya saat berkenalan dengan kandidat interview. "Di awal tahun, saya mewawancarai ia untuk posisi desainer. Untuk ukuran wawancara kerja, bahkan bagi dunia kreatif sekalipun, kandidat berpakaian terlalu santai. Bahkan, ada noda bekas makanan di bajunya. Hal tersebut membuat saya ilfeel."

Pengalaman hampir serupa juga diungkapkan oleh Gaye Weintraub, seorang konsultan karier. "Pakaiannya memang sudah tepat. Namun, kami sama-sama menyadari ada keringat yang menempel di bajunya. Tentu saja, tidak ada dari kita yang menginginkan baju basah karena keringat."

Dua pengakuan tadi merupakan bukti bagaimana penampilan--suka maupun tidak--memengaruhi pandangan si pewawancara terhadap kandidat. Lebih lanjut, hal ini bahkan berdampak pada penilaian, pun penentuan apakah seseorang diterima/tidak bekerja di suatu perusahaan. Selain itu, penampilan yang baik juga akan mendongkrak rasa percaya diri Anda.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menjamin kesuksesan proses wawancara kerja?

(Baca juga: Semakin Menarik, Semakin Tinggi Gaji?)

1. Gunakan Setelan Resmi 

Foto: Ink Cloth

Gunakan setelan resmi, terutama jika Anda akan melakukan wawancara di perusahaan formal (bank, konsultan, atau firma hukum). Harus dipahami, jenis perusahaan ini sangat mengutamakan kerapian--serta profesionalitas. Kendati demikian, jenis pakaian ini sebenarnya cukup sederhana, kok, yakni rok (atau celana), blus, dan blazer. 

Sesuaikan jenis pakaian dengan kultur perusahaan. Untuk industri kreatif, misalnya. Aturan di atas tentu tidak dapat sepenuhnya diterapkan. Paling penting, apa pun yang Anda kenakan, sebaiknya yang mampu memberikan kesan serius dan profesional.

2. Model Standar 

Foto: www.thebalance.com

Hindari penggunaan model pakaian yang terlalu mencolok atau justru terlampau seksi. Anda bisa menggunakan model pakaian standar seperti rok pensil, kemeja, atau celana bahan. Selain menciptakan kesan resmi, cara ini juga mencerminkan Anda punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. 

Adapun Anda disarankan untuk menggunakan pakaian yang minim motif, renda, atau ruffle (lipitan). Sebisa mungkin, berikan tampilan resmi, sederhana, namun tetap berkelas.

3. Warna Gelap

Foto: www.everydayinterviewtips.com

Pemilihan warna pakaian memiliki makna dan psikologinya masing-masing. Untuk menonjolkan rasa percaya diri, misalnya. Anda dapat memilih warna biru. Sementara itu, untuk menggambarkan karakter diri yang well-organized, Anda disarankan untuk memilih warna putih dan cokelat. Adapun abu-abu dan hitam bisa digunakan untuk memperlihatkan sisi profesionalitas, terlebih dalam hal kemampuan analisis dan berpikir logis yang mumpuni.

4. Sepatu dengan Ujung Tertutup

Foto: http://www.viewpoints.com

Terlebih jika Anda melamar di perusahaan formal, akan jauh lebih baik jika menggunakan sepatu berujung tertutup (sepatu formal). Hindari pemakaian hak yang terlalu tinggi, cukup dua hingga tiga sentimeter. Adapun meski pilihan warna diserahkan sesuai kepribadian, Anda disarankan untuk menggunakan sepatu warna gelap, seperti hitam atau cokelat tua.  

5. Tas Berukuran Sedang 

Foto: http://styleandtonic.com.au

Kemas barang dan perlengkapan Anda dalam tas berukuran sedang. Hindari membawa tas terlalu besar, sebab akan mengalihkan fokus dan "menutup" penampilan Anda secara keseluruhan.

6. Jangan Berlebihan

Foto: www.leaf.tv

Hindari riasan wajah terlalu tebal. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan riasan wajah natural, terlebih untuk memberikan kesan wajah yang lebih segar. Jangan lupa, hapus cat kuku dan tanggalkan perhiasan yang berlebihan.

7. Tata Rambut 

Foto: Howcast 

Jangan rusak kesan pertama Anda dengan tampilan rambut berantakan. 

Tidak perlu berlebihan. Cukup ikat dan gelung rambut panjang Anda, untuk tampilan lebih profesional. Namun, jika Anda berambut pendek, bisa menjepit sedikit rambut di bagian sisi kanan dan kiri wajah. Tujuannya, agar nantinya rambut tidak menutupi pandangan atau justru mengganggu proses interview. Selain itu, hindari pula penggunaan aksesori yang kekanak-kanakan, terlalu besar, atau mencolok. 

(Baca juga: Rambut Rapi dan Gaya Dengan Trik Jepit Hitam Ini)

8. Wewangian

Foto: www.greatist.com

Semprotkan parfum ke beberapa titik, yakni dada, pergelangan tangan, leher, dan belakang daun telinga. Usahakan agar tidak terlalu menyengat. Nah, untuk sentuhan lebih segar, Anda bisa memilih aroma buah atau bunga. 

 

 

Previous Article
Ini Dia Fakta Unik IPL yang Harus Anda Ketahui
Ini Dia Fakta Unik IPL yang Harus Anda Ketahui

Intense Pulse Light (IPL) populer dalam bidang dermatologi sebagai satu teknik penggunaan spektrum cahaya, ...

Next Article
Mengapa Lebaran Identik dengan Baju Baru?
Mengapa Lebaran Identik dengan Baju Baru?

Setidaknya, sekitar 61 persen masyarakat Indonesia selalu membeli baju baru saat Lebaran.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More