Di Balik Popularitas Mahkota Bunga

July 10, 2017 Chatarina Komala

Foto: www.weddingjournalonline.com

Bukan hanya sebagai aksesori fashion, mahkota bunga (flower crown) sebenarnya telah lama digunakan sebagai simbol cinta, kesuburan, dan kebahagiaan yang hadir pada perayaan tertentu.

Sarat dengan nuansa musim panas, kini penggunaan mahkota bunga kerap digunakan untuk memberikan sentuhan boho-chic. Tidak melulu harus bunga segar. Toh, sentuhan bunga imitasi kerap kali digunakan untuk membuat satu rangkaian flower crown yang tidak kalah cantik.

Adapun pada dasarnya, penggunaan mahkota bunga sebagai aksesori fashion (rambut), bukanlah satu hal yang baru. Di wilayah agraris, misalnya--mahkota bunga telah lama digunakan sebagai simbol kesuburan, keindahan, atau justru pencapaian. Bagaimanapun, ada nilai historis yang tertanam di balik keindahan mahkota bunga. Apa saja? 

 

Foto: Debbie Carlisle

(Baca juga: Matinya Tren Mahkota Bunga di Coachella)

1. Yunani Kuno

Mahkota bunga, lazim digunakan di acara-acara khusus--terutama penghormatan terhadap dewa dan dewi. Di masa itu, jenis flower crown dari daun, juga kian populer, salah satunya digunakan oleh Julius Caesar. Adapun jenis rangkaian ini, akan dianugerahkan kepada tentara yang menang perang (atau orang-orang dengan prestasi tertentu), sebagai simbol penghormatan.  

2. Ukraina

Vinok--nama lain dari mahkota bunga--kerap kali digunakan sebagai aksesori gaun tradisional masyarakat Ukraina.

Tradisi ini bahkan masih berlangsung hingga kini; manakala rangkaian bunga tradisional Ukraina kerap kali terlihat pada festival dan acara khusus seperti pernikahan. Adapun mahkota ini biasa terdiri atas rangkaian jenis bunga periwinkle dan myrtle, yang akan dikenakan di kepala pengantin perempuan setelah pertukaran sumpah.

 

Ilustrasi: Pinterest

3. Tiongkok

Ada alasan, mengapa bunga jeruk lazim digunakan sebagai elemen karangan bunga. 

Pada masa itu, buah jeruk yang tumbuh melimpah dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Itu sebabnya, bunga yang mekar dari tumbuhan jeruk (orange blossom)--kerap kali dirangkai dan dibuat mahkota bunga ketika pernikahan. Sama seperti jeruk yang melambangkan kesuburan, bunga-bunga ini dipercaya mampu membawa kemakmuran bagi pernikahan anak-anak mereka.

4. Era Victoria

Dipinjam dari tradisi Tiongkok, popularitas flower crown di masa Victoria tidak lepas dari peranan Sang Ratu, saat pernikahannya dengan Pangerang Albert (1840) berlangsung...

Karangan bunga jeruk lantas dianggap punya kaitan erat dengan pernikahan, sejak Ratu Victoria mengenakannya di pesta pernikahan. Saking kuatnya, muncul ungkapan "mengumpulkan bunga jeruk" yang jika diartikan, sama seperti "mencari seorang istri". 

(Baca juga: 25 Rahasia Cantik Putri Diana)

5. Amerika di Tahun 1960-an

Budaya Hippie yang berkembang di zaman ini, turut memengaruhi popularitas mahkota bunga, yang dikenakan sebagai simbol kesederhanaan, kedamaian, dan penuh cinta. Adapun umumnya, flower crown menjadi satu fashion item andalan, yang kerap digunakan pada pesta pernikahan.

 

 

Previous Article
Siapa Sangka, Ini Dia Tujuh Manfaat Minum Air Putih Bagi Kulit
Siapa Sangka, Ini Dia Tujuh Manfaat Minum Air Putih Bagi Kulit

Selalu ada cara mudah untuk tampil cantik, sehat, dan segar secara alami. Salah satunya, yakni dengan rutin...

Next Article
19 Beauty Treatments Paling Aneh, Apa Saja?
19 Beauty Treatments Paling Aneh, Apa Saja?

Berikut adalah rangkuman 19 beauty treatments paling aneh di dunia. Berani coba?

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More