Memahami Definisi Kecantikan di Berbagai Negara

August 19, 2017 Chatarina Komala

Sebagian dari Anda, mungkin kerap mendefinisikan kecantikan lewat tampilan perempuan muda, bertubuh tinggi-langsing, berambut panjang, dan berkulit cerah. Namun, tahukah Anda, beberapa negara dan budaya, rupanya memiliki definisi kecantikannya masing-masing. Apa saja?

1. Jepang

Ilustrasi: www.jpninfo.com

Kecantikan wanita versi Jepang--adalah mereka yang memiliki rambut lurus, serta berkulit putih halus. Pun itu sebabnya, perempuan Jepang cenderung memilih konsumsi makanan yang mengandung banyak kolagen.

Nah, di zaman dulu, perempuan Jepang, khususnya para Geisha akan menggunakan riasan wajah super tebal; bahkan hingga seluruh bagian wajah tampak putih. Kabarnya, satu rahasia “kecantikan” perempuan Jepang, ada pada campuran bedak tepung beras dan kotoran burung!

2. Mesir Kuno

Ilustrasi: www.egyptianstreets.com

Pada beberapa film, kecantikan perempuan Mesir Kuno ini begitu kentara dari eksotisme penggunaan ragam kosmetik warna-warni. Enggak tanggung-tanggung, mereka bahkan rela menggunakan kosmetik dengan bahan berbahaya, seperti timah, tembaga, galena, dan kohl. Adapun jika digunakan terus menerus, tipe riasan ini bisa menyebabkan pengelupasan kulit secara masif, lho. 

3. India

  

Ilustrasi: Pinterest

Bukan cuma soal kemampuan berjoget yang mumpuni, di India, perempuan yang ingin dibilang cantik haruslah memenuhi beberapa syarat, seperti bermata bulat, punya lekuk tubuh seksi, hingga rambut yang hitam dan lebat.

Adapun kecantikan ini harus disempurnakan dengan penggunaan kain sari yang indah, serta berbagai perhiasan.

4. Suku Apatani, India Timur

Ilustrasi: dailymail.co.uk

Konon, perempuan dari suku Apatani, dikenal punya paras paling cantik, ketimbang suku-suku lain di negara bagian Arunachal Pradesh. Saking cantiknya, mereka pun harus membuat diri mereka “terasing” dan terlihat tidak lagi menarik untuk perlindungan diri. Dengan alasan yang sama, mereka pun “membentengi” diri dengan menggunakan yaping hillo berbahan kayu besar, yang nantinya dipasang di hidung.

5. Thailand

Ilustrasi: www.adventurousmiriam.com

Bagi suku Kayaan, Thailand--kecantikan haruslah dimulai sejak dini. Buktinya, saat seorang perempuan menginjak umur lima tahun; mereka harus menggunakan gelang di bagian lehar. Nah, seiring bertambahnya usia, gelang-gelang tadi akan ditambahkan hingga membuat leher semakin panjang.

6. Suku Amazon, Brazil

Ilustrasi: Pinterest

Untuk mendapatkan pengakuan cantik, para perempuan di suku Amazon akan menato seluruh bagian tubuhnya, tidak terkecuali wajah. 

7. Suku Bagobo, Filipina

Ilustrasi: Pinterest 

Jika umumnya setiap perempuan mendambakan gigi rata dan putih bersinar, di suku Bagobo, memiliki tekstur gigi yang tajam adalah satu syarat untuk menjadi cantik. Enggak heran, jika untuk memenuhi syarat ini, mereka harus rela bersakit ria meruncingkan ujung gigi dengan kayu/bambu.

8. Iran

Ilustrasi: www.metro.co.uk

Seorang perempuan akan dianggap cantik, apabila ia punya hidung mancung yang mungil. Sayangnya, hampir sebagian besar perempuan di Iran, justru memiliki hidung besar. Pun itu sebabnya, banyak perempuan di sana rela melakukan operasi untuk memperbaiki hidung.  

9. Suku Dayak, Indonesia

Ilustrasi: www.cakrawalamedia.co.id

Di suku Dayak, Kalimantan, Indonesia--seorang perempuan barulah dikatakan cantik, apabila ia memiliki telinga panjang yang menjuntai sampai ke leher. Nah, untuk mendapatkan telinga panjang, para perempuan akan menindik telinga, lalu menggunakan anting logam/emas yang jumlahnya terus ditambah seiring berjalannya waktu.

Kendati tradisi ini tidak lagi berjalan, dahulu, telinga panjang merupakan simbol prestise dan status sosial. Semakin banyak emas di telinga, maka semakin tinggi pula strata sosial mereka. Apalagi, mayoritas pemilik telinga panjang, merupakan perempuan yang lahir dari keturunan bangsawan.

10. Suku Mursi, Ethiopia

Ilustrasi: corural.com

Di Ethiopia, tepatnya bagi suku Mursi--semakin lebar ukuran mulut seorang wanita, maka semakin cantiklah ia. Adapun tradisi melebarkan bibir ini, juga dikenal dengan labret atau lip plate.

Di usia yang muda (13 hingga 16 tahun), bagian bawah mulut perempuan suku Mursi, haruslah diiris sepanjang satu hingga dua sentimeter; lalu di dalamnya dimasukkan piringan bulat. Sayangnya, kendati menyakitkan dan begitu mengerikan, perempuan di sana harus menerima tradisi ini--terlebih jika tidak ingin mendapatkan sanksi sosial.

11. Tiongkok

Ilustrasi: www.en.nishan.org

Dahulu, perempuan di Tiongkok--khususnya keturunan bangsawan--haruslah siap menjalani tradisi kaki mungil. Maklum saja, pada masa itu, kaki mungil dianggap melambangkan keindahan dan kemakmuran. Prosesnya pun, harus dilakukan sejak perempuan berusia empat hingga tujuh tahun.

Agar lemas dan “mudah dilipat”, mulanya kaki akan dioles dengan ramuan tumbuh-tumbuhan dan darah hewan terlebih dulu. Setelahnya, barulah kuku kaki akan dipotong sedalam mungkin; sementara seluruh jari kaki akan ditekuk ke arah telapak hingga tulang-tulangnya patah.

Jari yang sudah menempel pada telapak kaki inilah yang lantas akan diikat erat dengan kain, lalu dibiarkan selama dua tahun. Enggak heran, untuk menumpu seluruh berat badannya, para perempuan Tiongkok akan berjalan sangat perlahan dan berlenggak-lenggok.

12. Prancis

Ilustrasi: www.sheknow.com

Standar kecantikan perempuan Prancis mungkin sama dengan masa kini, yakni bertubuh langsing, bertindak anggun, dan tampil elegan.

13. Ethiopia

Ilustrasi: Pinterest

Semakin banyak bekas luka yang ada pada tubuh, maka semakin cantiklah seorang perempuan Ethiopia. Tidak jarang, beberapa dari mereka bahkan sengaja menyayat tubuh untuk menciptakan bekas luka.

14. Mauritania

Ilustrasi: www.dailymail.co.uk

Berseberangan dengan standar kecantikan di banyak negara dan budaya, di Mauritania--perempuan yang cantik justru bertubuh gemuk. Bahkan, tubuh gemuk juga menjadi syarat utama perempuan di sana untuk cepat mendapatkan suami!

Adapun tubuh gemuk melambangkan kemakmuran; juga status sosial di negara tersebut. Makanya, demi menarik perhatian pria agar segera dipinang, para ibu enggak segan-segan memberi makan anak perempuannya dengan makanan berkadar lemak tinggi. Bahkan, jika berat badan tidak kunjung mencapai yang diharapkan, para perempuan akan menelan pil steroid yang dipercaya mampu menaikkan berat badan.

Previous Article
Mengungkap Rahasia Wajah Porselen Artis Korea
Mengungkap Rahasia Wajah Porselen Artis Korea

Pernah kagum dengan “kemulusan” kulit artis Korea, mulai dari wajah hingga ujung kaki? Bak porselen, kulit ...

Next Article
Delapan Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan di Kantor, Lho
Delapan Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan di Kantor, Lho

Bayangkan, apa jadinya kondisi tubuh jika Anda terus duduk selama 40-45 jam di kantor setiap minggunya?

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More