Seperti Apa Ukuran Wajah Cantik?

August 28, 2017 Chatarina Komala

Kecantikan perempuan, sering kali diasosiasikan dengan tampilan fisik. Ini meliputi kulit yang cerah dan bersih, tubuh langsing, hidung mancung, hingga wajah proporsional.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan, sebenarnya—ada rumus matematika yang bisa digunakan, untuk menentukan apakah seseorang memiliki wajah proporsional yang lebih enak dipandang. Rumus ini disebut dengan golden ratio, dan berlaku universal. Dengan kata lain, golden ratio berlaku untuk mata semua orang.

Berdasarkan rumus golden ratio, mereka yang terlihat cantik atau tampan saat difoto, ternyata belum tentu memenuhi standar kecantikan (wajah proporsional). Mereka hanya memiliki satu bagian wajah yang menonjol—seperti halnya hidung mancung, bentuk rahang yang tegas, atau dagu yang panjang. Pun itu sebabnya, mereka yang fotogenik, cenderung berusaha menunjukkan bagian wajah yang paling estetis ketika difoto.

Adapun pengukuran golden ratio, mengikuti standar yang dibuat oleh Dr. Stephen Marguardt. Ia menyebutnya dengan golden decagon—gambaran topeng berisi garis-garis matematis, yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar ideal wajah.

Merujuk pada garis itu, kita akan mengetahui jarak ideal antara alis kanan dan kiri; pipi kanan dan kiri; dan perbandingannya dengan bagian tengah wajah. Nah, jika sesuai dengan rumus, siapa pun yang memiliki wajah dengan hitungan proporsional, akan bisa dikatakan cantik atau tampan.

Hitungan Berbeda untuk Laki-laki dan Perempuan

Ilustrasi: www.glamourdaze.com

Kevin Maharis, seorang dokter estetika menambahkan, topeng pengukuran golden ratio ini sesungguhnya berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, misalnya—mereka akan dianggap punya wajah proporsional, apabila memiliki V-shape, tulang pipi dan dagu yang “terlihat”. Sementara itu, laki-laki cenderung memiliki kriteria rahang kotak dan maskulin.

Adapun pemahaman akan golden ratio ini—diharapkan bisa membantu para dokter estetik untuk menghitung proporsi wajah dan menentukan treatment yang dibutuhkan. Dengan kata lain, selain mendapatkan wajah yang simetris dan proporsional, setiap orang juga bisa tetap menjadi dirinya sendiri.

Tiga Definisi Berbeda dari Kecantikan

Sementara itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Sigma Research menyebutkan, terdapat tiga kategori penilaian kecantikan, yakni beauty, brain, dan behavior. Dari ketiganya, “beauty” atau tampilan fisik—menjadi kriteria pertama yang dipilih oleh lebih dari 40% responden dalam mendefinisikan kecantikan.

Selebihnya, hanya 14,8% yang mendefinisikan kecantikan berdasarkan kepribadian yang menarik; 9.5% perilaku ramah, dan 6,1% lewat kecerdasan intelektual. Adapun Nurjannah Andi Lemmung, Direktur dari Sigma Research menganggap temuan ini wajar, mengingat kesan pertama yang ditangkap oleh otak adalah tampilan fisik.

“Kesan pertama itu akan mendefinisikan kecantikan, disusul oleh perilaku ketika seseorang mengenalnya. Baru di tahap akhir, adalah prestasi atau kemampuan intelektualnya,” Nurjannah menambahkan.

Riset lantas menemukan, definisi kecantikan juga terkait dengan kualitas kulit seorang perempuan. Sekitar 41,8% responden sepakat, perempuan dengan kulit putih bersih adalah cantik; sementaar 43,1% di antaranya mengatakan—bebas dari masalah kulit seperti jerawat dan noda hitam merupakan bagian utama dari kecantikan.

 

 

Previous Article
Selamat Tinggal Skinny Jeans!
Selamat Tinggal Skinny Jeans!

Menjadi item fashion “wajib” semua orang, faktanya—ada beberapa dampak negatif dari pemakaian skinny jean...

Next Article
Makin Gaya dengan Scarf!
Makin Gaya dengan Scarf!

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan selembar kain bermotif cantik ini. Apa saja? Yuk, simak tujuh ...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More