Tujuh Tipe Rekan Kerja Buruk Ini Harus Segera Anda Hindari

September 11, 2017 Chatarina Komala

Ada banyak hal yang bikin Anda enggak produktif saat di kantor. Bisa jadi, bukan soal kinerja yang melambat, melainkan rekan kerja yang buruk. 

Dalam satu minggu, setidaknya Anda akan menghabiskan 45 jam di kantor. Di waktu tersebut, besar kemungkinan Anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan rekan kerja dengan banyak tipe. Sayangnya, tidak semua rekan kerja memiliki sikap positif. Ada kalanya, terlalu banyak "bergaul" dengan mereka justru berdampak buruk bagi performa dan produktivitas kerja Anda. 

Nah, alih-alih menahan diri dengan terus bersama mereka, keputusan terbaik justru adalah dengan meminimalkan hubungan. Jika perlu, ada baiknya Anda memberikan nasihat pada mereka. Lantas, rekan kerja seperti apa yang harus Anda waspadai?

1. Drama

Ilustrasi: blog.cmedrec.com.au

Rasanya semua orang sepakat, seorang drama queen atau king, memang menyebalkan. Enggak ada orang yang ingin terlibat drama; apalagi terjebak di dalamnya. Pasalnya, orang-orang ini senang memperbesar kesalahan atau kejadian kecil. 

Nah, satu ciri yang wajib Anda ketahui, seorang drama person, senang sekali saat mendapatkan perhatian. Biasanya, mereka cenderung emosional dan reaktif. 

2. Kritikus

Ilustrasi: www.omgaanmetzelfkritiek.nl

Memang, sih, manusia tidak akan berkembang tanpa kritikan. Namun, jika apa-apa harus dikritik--Anda tentu jadi sebal juga. Apalagi, kritik yang disampaikan bukan untuk "membangun", melainkan menjatuhkan dan sekadar asbun (asal bunyi). 

Ada kalanya, mereka juga berlagak sok tahu. Mungkin saja, hal ini disebabkan oleh posisi mereka yang memang lebih senior daripada Anda. Namun, sebanyak apa pun mereka tahu--hal ini tetap akan menyulitkan Anda. Apalagi, jika harus bekerja sama dalam tim. 

3. Kurang Dewasa

Ilustrasi: www.cnbc.com

Ada banyak kriteria yang menunjukkan seorang rekan kerja Anda kurang dewasa. Ini meliputi kebiasaannya yang gemar merisak (bullying), cenderung "cari aman", menusuk dari belakang, hingga suka melempar tugas dan kesalahan. 

 

Baca juga:

  1. Jangan Keburu Ingin Resign, Ini Dia Delapan Cara Mengatasi Stres di Kantor!
  2. Menolak Pekerjaan dari Bos Saat Liburan
  3. Dongkrak Produktivitas dengan Mandi Air Panas

 

4. Tukang Gosip

Ilustrasi: www.forbes.com

Keberadaan tukang gosip, rasanya menjadi satu hal yang lumrah dalam dunia kerja. Di mana pun kantornya, pasti akan ada saja orang di perusahaan yang senang bercerita atau justru bergosip tentang banyak hal. Mulai dari baik, hingga yang kurang baik.

Sayangnya, terlalu banyak bergaul dengan tukang gosip hanya akan membuang waktu Anda. Alih-alih bekerja, yang justru Anda lakukan adalah mendengarkan seluruh cerita maupun bahan gosip dari mereka (yang belum tentu benar). Belum lagi, jika Anda harus terjebak dalam drama kantor dan jadi bahan gosip.

5. Penjilat

Ilustrasi: www.ktk985.com

Rekan kerja ini, biasanya gemar sekali jadi berpura-pura baik atau ramah. Tidak terkecuali, pada atasan. Tentu saja, seluruhnya dilakukan kalau ia ada maunya.

Nah, daripada kesal sendiri, ada baiknya Anda menjaga jarak, dalam artian: sebatas hubungan profesional. Selain itu, hindari termakan "umpan" dan mengobrol seperlunya.

6. Penghasut

Ilustrasi: www.sheknows.com

Mereka biasanya gemar mencari kesalahan orang, dan mendahulukan kepentingan diri sendiri. Mereka, bisa saja bersikap manis di depan--namun "menusuk" dari belakang. Begitu pula kepada seorang pimpinan. Apalagi, mereka juga akan mencari segala cara, agar mendapatkan "pendukung".

7. Sering Ngeluh 

Ilustrasi: www.telegraph.co.uk

Alih-alih merasa tertantang, satu respons yang pertama keluar dari bibir mereka adalah keluhan. Terlebih, jika mereka mendapatkan tugas baru. Namun, daripada dihindari, ada baiknya Anda memberikan semangat dan bantuan motivasi kepada mereka. Sebab, bukan berarti mereka tidak bisa, melainkan hanya kurang percaya diri.

 

Previous Article
Olahraga Tepat Harus Sesuai Bentuk Tubuh, Bagaimana Caranya?
Olahraga Tepat Harus Sesuai Bentuk Tubuh, Bagaimana Caranya?

Tidak semua orang dilahirkan dengan bentuk tubuh yang sama. Pun itu sebabnya, jenis olahraga yang harus dil...

Next Article
Mengenal Plandid, Tren Foto Artistik Pengganti Selfie
Mengenal Plandid, Tren Foto Artistik Pengganti Selfie

Mungkin Anda akrab, dengan gaya foto menerawang sekitar; atau justru tertawa sembari menengadah. Nah, tren ...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More