Minta Naik Gaji Juga Ada Seninya, Lho!

September 18, 2017 Chatarina Komala

Selain pengalaman dan kemampuan, Anda tentu ingin mendapatkan gaji setimpal untuk setiap pekerjaan yang dilakukan. Semakin besar, semakin baik. Apalagi, di tengah kebutuhan yang meningkat.

Setidaknya satu survei di Amerika Serikat menemukan, satu dari tiga orang akan mencari pekerjaan baru—jika dalam satu tahun, mereka tidak mendapat jaminan kenaikan gaji. Tidak heran, ketimbang buru-buru mencari kantor baru, beberapa orang memilih cara lain: bernegosiasi dengan atasan untuk mendapatkan gaji yang lebih besar.   

Sayangnya, tidak semua orang memahami mekanisme dan etika meminta kenaikan gaji yang memuaskan. Kalaupun naik, jumlahnya biasanya tidak setinggi yang diinginkan—atau bahkan harus siap mengalami penolakan. Lantas, bagaimana, sih, cara meminta kenaikan gaji yang baik dan etis?

 

Baca juga:

 

1. Pikirkan Alasan yang Rasional

Ilustrasi: www.illimitableman.com 

Hitung seberapa banyak kontribusi Anda terhadap perusahaan. Nah, jika Anda menganggap telah melakukan pekerjaan dengan maksimal, dan layak mendapatkan kompensasi yang lebih baik—cobalah merinci hal-hal apa yang sudah Anda lakukan dan seberapa besar umpan balik yang diinginkan. Intinya, siapkan seluruh pertimbangan yang membuat perusahaan Anda memahami, mengapa mereka harus “membayar” Anda lebih.

Terdapat beberapa poin mendasar yang harus Anda perhitungkan, mencakup:

a. Apakah ada hal-hal lain yang Anda kerjakan di luar kesepakatan awal?

b. Seberapa sering Anda lembur untuk pekerjaan kantor? Apakah perusahaan memperhitungkan dan membayar jam kerja Anda?

c. Apa saja yang sudah Anda lakukan selama setahun terakhir? Bandingkan juga dengan kinerja rekan kerja.

Jangan pula sembarang menyebut harga. Ada baiknya, lakukan riset terlebih dulu terkait kisaran gaji di kantor, dan gaji karyawan dengan pengalaman dan keahlian serupa di perusahaan lain. Tujuannya, untuk memastikan Anda meminta kenaikan gaji dalam jumlah yang masuk akal: tidak terlalu sedikit atau banyak.

2. Ajukan di Waktu yang Tepat

Ilustrasi: www.blogs.discovermagazine.com

Setelah memperhitungkan seluruhnya, rancang jadwal pertemuan dengan atasan. Sebelumnya, siapkan pula data-data pendukung dan contoh spesifik (seperti yang telah disebutkan di poin satu).

Mulailah dengan sopan dan tentu saja: profesional. Meminta kenaikan gaji bukanlah satu hal sepele yang bisa Anda ucapkan sembari mengobrol atau ngopi santai. Pun itu sebabnya, Anda perlu persiapan yang matang. Alan Kearns, seorang pakar pengembangan karier dan pendiri CareerJoy mengungkapkan, persiapan ini bahkan harus dimulai enam bulan sebelumnya.

“Tepatnya, ketika Anda mulai terlihat menonjol dan punya nilai tambah bagi perusahaan,” ungkap Kearns.

Namun, jika Anda mendapati perusahaan sedang terdampak masalah keuangan, tentu mengajukan kenaikan gaji di saat yang sama, bukanlah satu keputusan yang bijak. Adapun beberapa momentum yang pas, yakni saat kajian tahunan atau ketika anggota tim pindah/pergi—sehingga Anda harus menanggung tanggung jawab yang lebih besar.

3. Latihan

Ilustrasi: www.udemy.com

Sebelum benar-benar berbicara langsung pada atasan, ada baiknya Anda berlatih terlebih dulu. Untuk menunjang rasa percaya diri dan kemantapan, Anda bisa melakukan simulasi komunikasi dengan teman atau justru rekan kerja.

Pastikan Anda bicara singkat, jelas, dan padat. Hindari kalimat berputar-putar, atau justru menyinggung perasaan lawan bicara.

4. Jangan Buat Perbandingan

Ilustrasi: www.yourdream.liveyourdream.org

Perihal kisaran gaji di perusahaan lain; atau justru kinerja rekan sekantor—lebih baik disimpan dalam hati. Jangan gunakan seluruh informasi tersebut sebagai tolok ukur, atau bahkan perbandingan yang disampaikan kepada atasan. Anda bisa menyebutkan informasi secara umum, tetapi jangan merujuk pada satu nama tertentu. Alih-alih mendukung kenaikan gaji, menyebutkan gaji seorang rekan (bahkan membandingkan kinerjanya), merupakan satu hal yang buruk bagi perjalanan karier.

Sampaikan permintaan Anda dengan baik, dan jangan mengeluh—atau menggunakan bahasa negatif. Hindari opini pribadi yang subjektif, atau bahkan kata-kata yang sifatnya menggertak. Mungkin saja perusahaan sedang guncang dan Anda telah siap untuk pindah dan meninggalkan kantor. Namun, menggunakan hal tersebut sebagai “ancaman” kepada atasan, jelas tidak ada gunanya.

 

Baca juga:

 

5. Mintalah Benefit Lain

Ilustrasi: www.texasenterprise.utexas.edu

Tidak semua permintaan naik gaji akan dikabulkan. Itu sebabnya, bersiaplah untuk mengalami penolakan. Harus dipahami, gaji bukanlah satu-satunya hal yang bisa Anda minta dari perusahaan. Untuk itu, mintalah benefit lain. Ini bisa mencakup cuti tambahan, pelatihan, atau bisa jadi—kesempatan kerja dari rumah.

 

Previous Article
Lembapkan Kulit Kering dengan Gel Aloe Vera Buatan Sendiri
Lembapkan Kulit Kering dengan Gel Aloe Vera Buatan Sendiri

Telah lama dimanfaatkan sebagai ramuan herbal, obat-obatan, dan bahan kosmetik--aloe vera terbukti mampu me...

Next Article
Tampil Memesona dengan 6 Tatanan Rambut Bridesmaid
Tampil Memesona dengan 6 Tatanan Rambut Bridesmaid

Yuk, intip inspirasi tampil maksimal di hari istimewa orang terdekat Anda.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More