Jangan Asal Pilih Sepatu Sandal, Ini Dia Tipsnya!

January 5, 2018 Chatarina Komala

Sepatu sandal (sling back shoes) merupakan perpaduan antara mole dan pump. Layaknya sandal, ia terbuka di bagian depan kaki, namun tertutup (atau justru punya tali pengikat) di bagian belakang kaki seperti sepatu. Modelnya sendiri bisa beragam. Misalnya, sepatu sandal pada pria yang memiliki prinsip kebalikan: tertutup di bagian depan, terbuka di bagian belakang.

Sayangnya, apa pun bentuknya, bukan hal yang mudah mencari sepatu sandal yang cocok di hati. Apalagi, setiap orang punya kriteria kesukaannya sendiri, mulai dari ukuran, model, warna, bahan, hingga prinsip kenyamanan. Hal ini penting, sebab sebagian besar aktivitas Anda bergantung pada kaki—juga alas kaki sebagai penunjang kenyamanan. Berikut adalah lima tips yang bisa Anda jadikan pedoman dalam memilih sepatu sandal.

 

1. Butuh atau Tidak?

Saat ingin membeli sepatu sandal, tanyakan hal ini: apakah saya butuh, atau justru “lapar mata”? Salah satu alasan mengapa sepatu sandal banyak digemari adalah karena sifatnya yang fleksibel—cocok di beragam situasi. Namun, jika Anda punya banyak sepatu sandal lain, atau bahkan alas kaki lain yang sebetulnya sudah sesuai, mengapa harus membeli lagi? 

 

2. Mampu atau Tidak? 

Kendati kebutuhan akan sepatu sandal ini “gampang-gampang susah” diprediksi, Anda tidak harus, kok, membeli produk yang mahal. Bila sudah cocok dengan satu produk, lalu ternyata harganya di bawah bujet, menapa masih ragu?

Tidak semua harga barang menentukan kualitas. Namun, jika Anda memang telanjur suka atau nyaman dengan satu merek tertentu, ada baiknya merencanakan pembelian jauh-jauh hari, atau menabung—jika harganya ternyata melampaui bujet.

 

3. Mal atau Pasar?

Sepatu sandal yang bagus—atau setidaknya nyaman di kaki tidak harus dibeli di mal. Terkadang Anda pun bisa menemukan produk dengan merek serupa—tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Di sini faktor tempat jelas menjadi salah satu penentu harga. Bila ingin mendapatkan harga murah, Anda juga bisa lho, blusukan di pasar—plus melakukan tawar-menawar!

 

4. Cocokkah dengan Bentuk Kaki?

Memilih sepatu sandal memang urusan personal. Ini artinya, setiap orang punya standar kenyamanan yang berbeda-beda. Meski sifatnya fleksibel, bukan berarti bisa diterapkan pada masing-masing orang.

Bukan hanya soal ukuran, Anda juga harus memperhatikan bentuk kakimu sendiri. Apakah berbentuk bulat, kotak, atau justru runcing—semuanya harus disesuaikan dengan kondisi sepatu. Begitupun juga kondisi jari.

Sebagai langkah awal, Anda tentu bisa mencobanya langsung. Cermati, dan gunakan untuk berjalan selama beberapa menit. Jika tidak nyaman atau tidak cocok, jangan memaksa membelinya. Selain tidak enak dipandang, tentu kenyamanan akan menjadi taruhan. Bila semakin parah, bisa juga mengakibatkan luka yang pada akhirnya menghambat aktivitasmu. Hindari pula membeli secara online, karena sering terjadi: model yang bagus belum tentu sesuai dengan kondisi kaki.

 

5. Bagaimana dengan Tampilan Kaki?

Setelah menyesuaikan bentuk, ada baiknya untuk mencermati ulang, apakah sepatu itu cocok dengan kaki Anda? Sebagai langkah awal, Anda bisa memerhatikan warna maupun bentukannya. Cermati bentuk dasarnya, apakah bisa mendukung lengkungan kaki dengan baik? Alih-alih cocok—warna sepatu yang ada justru malah membuat kaki kusam dan tidak indah. Sebaiknya, pilihlah warna yang tidak membuat kulit kusam dan redup saat dipakai.

 

Previous Article
Ini Dia Tanda Produk Kecantikan Anda Tidak Berfungsi dengan Baik!
Ini Dia Tanda Produk Kecantikan Anda Tidak Berfungsi dengan Baik!

Sudah membeli beberapa produk kecantikan dengan harga mahal, tetapi tidak ada perkembangan? Jangan-jangan, ...

Next Article
Apa Warna Rambut yang Membuat Perempuan Tampak Lebih Menarik?
Apa Warna Rambut yang Membuat Perempuan Tampak Lebih Menarik?

Sebuah penelitian menemukan, rupanya, perempuan berambut pirang terlihat lebih menarik di mata pria.

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More