#skinpositivity dan Perempuan yang Bangga dengan Tubuh Sendiri

January 23, 2018 Chatarina Komala

Ilustrasi: www.independent.co.uk 

Ada banyak cara seseorang mewujudkan rasa cinta pada diri sendiri. Baru-baru ini, sebuah kampanye positif muncul di media sosial Instagram. Alih-alih mengunggah foto dengan beragam beauty filter atau mengenakan riasan wajah; beberapa perempuan justru muncul dengan wajah tanpa makeup dan menampilkan “ketidaksempurnaan” mereka.

Potret diri dengan wajah tanpa makeup, bercak hitam dan kemerahan, hingga bekas luka dan jerawat mereka unggah dengan percaya diri. Sebagai bentuk kampanye “cinta tubuh sendiri”, tagar #skinpositivity lantas disematkan dalam caption.

 

Baca juga:

 

Mulanya, kampanye ini digagas oleh Em Ford dalam akunnya @mypalefaceblog di tahun 2015. Dalam video berjudul You Look Disgusting, ia sengaja menampilkan diri dengan wajah berjerawat, lalu menutup seluruh noda dengan riasan wajah hingga tampak cantik dan sempurna. Tentu saja, foto berdasarkan standar kecantikan yang demikian, tidaklah asli karena menggunakan sentuhan makeup.

 

Tetap Percaya Diri

Ilustrasi: www.bbc.co.uk

Merawat diri memang merupakan satu bukti Anda mencintai diri sendiri. Namun, ada yang lebih penting--yakni soal penerimaan dan bangga pada tubuh sendiri, apa pun kondisinya. Bagaimanapun, kampanye ini tidak bermaksud untuk mendorong orang-orang yang memiliki “ketidaksempurnaan” untuk diam saja dan tidak melakukan apa pun. Lebih penting, setiap perempuan harus tetap percaya diri dan merasa cantik apa pun kondisinya.

“Saya percaya, satu-satunya jalan untuk mengurangi kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan adalah dengan menjadi diri sendiri. Menerima dan menjalani hidup mereka apa pun komentar yang diberikan orang; dan menganggap bahwa itu adalah hal yang normal,” ungkap Ford.

Ford sendiri tidak sendirian. Beberapa orang kemudian mengikuti jejaknya, seperti Kali Kushner yang mendokumentasikan cara dirinya mengatasi jerawat. Seluruh hasil swafoto yang diunggahnya bahkan tidak menggunakan makeup. Tidak pelak, komentar miring soal noda wajah pun berdatangan.

Anjali Mahto, seorang Dermatolog asal London pun ikut serta. Pada Desember lalu ia yagn sudha memiliki masalah jerawat sejak 1992 bahkan mengambil foto jerawat pada wajahnya dalam jarak dekat. Ia menuturkan, jerawat tidak selalu terjadi karena beberapa kesalahan seperti penggunaan riasan wajah, kurang tidur, atau pola makan. Ada hal lain yang tidak bisa dikontrol, seperti soal DNA atau pengaruh hormon.

 

Baca juga:

 

Kecantikan yang Tidak Sempurna

Ilustrasi: www.mid-day.com

Tidak terkecuali perempuan awam, para model  yang dinilai memiliki fisik sempurna pun memiliki masalah dengan jerawat. Hal ini ditunjukkan oleh Briana Lopez--yang lantas mengunggah foto dirinya dengan kondisi jerawat parah. Ia mengatakan, setelah berjuang dan melakukan apa saja untuk mengatasi kulit berjerawat, ia akhirnya berhenti dan berpura-pura tidak memiliki masalah.

Adapun tagar #skinpositivity berupaya mendobrak standar kecantikan yang kerap muncul di media sosial, terutama Instagram. Di balik pulasan makeup, setiap orang tentu memiliki kekurangan yang harus diterima dan tidak lagi dianggap tabu. Lebih dari itu, munculnya kampanye #skinpositivity juga mendorong mereka yang memiliki masalah kulit (atau wajah) untuk tidak minder dan tetap percaya diri.

Previous Article
Yuk, Bentuk Kesan Pertama yang Baik Lewat 3 Gerakan Berikut!
Yuk, Bentuk Kesan Pertama yang Baik Lewat 3 Gerakan Berikut!

Mengesankan orang lain memang tidak sepenuhnya ada dalam kendali Anda. Namun, Anda bisa, kok, berusaha untu...

Next Article
Kenali Bahaya Kosmetik Lewat Baunya!
Kenali Bahaya Kosmetik Lewat Baunya!

Jangan keburu senang kalau membeli produk kosmetik yang berbau harum. Sebab, bisa jadi produk itu bisa berb...

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More