Siklus Haid Datang Terlambat, Apa Penyebabnya?

February 13, 2018 Chatarina Komala

Kendati dihindari, tidak ada perempuan yang mengharapkan siklus menstruasi datang terlambat.

Bukan hanya menjadi tanda kehamilan, siklus haid yang datang terlambat juga menjadi indikasi masalah kesehatan. Pun itu sebabnya, terlambatnya siklus menstruasi kerap kali menimbulkan beragam kekhawatiran bagi perempuan.

Sebenarnya, penyebab terlambatnya siklus menstruasi tidak selalu sama pada masing-masing perempuan. Itu sebabnya, jika Anda mengalami beberapa gejala--penting untuk segera berkonsultasi dengan pihak dokter. Apalagi, jika sudah dibarengi dengan rasa nyeri yang hebat...

Adapun berikut adalah beberapa penyebab umum siklus haid datang terlambat. Apa sajakah?

 

1. Gangguan Tiroid

Ilustrasi: www.lampung.tribunnews.com

Siklus menstruasi akan terganggu; jika kelenjar tiroid yang mengendalikan metabolisme tidak mampu bekerja dengan baik. Masalahnya bisa berupa hipotiroidisme (kurang aktif) dan hipertiroidisme (sangat aktif). Gejalanya, bisa dikenali dari kelelahan ekstrem, rambut yang rontok, meningkatnya bobot tubuh, hingga merasa kedinginan.

 

2. Perubahan Pola Hidup

Ilustrasi: www.solusisehatku.com

Adanya perubahan pola hidup menjadi masalah yang mengganggu siklus haid Anda. Ini bisa berupa perubahan jam kerja, hingga kurangnya waktu tidur dan istirahat. Adapun perubahan pola hidup ini juga kentara dari memburuknya gaya hidup. Ini berupa kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol atau justru merokok.

Adapun hal ini akan semakin memburuk jika Anda tidak makan dengan baik. Pola makan buruk dapat membuat Anda kehilangan banyak nutrisi sehingga menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal dan tiroid.

 

3. Stres

Ilustrasi: www.hellosehat.com

Tekanan pekerjaan atau justru sosial kerap kali membuat Anda merasa stres. Inilah yang lanats akan memicu ketidakteraturan siklus menstruasi. Stres sendiri memicu ketidakseimbangan hormon, yang mengakibatkan ovulasi tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

 

4. Berat Badan Tidak Stabil

Ilustrasi: www.manjadda.com

Meningkat atau turunnya berat badan secara drastis turut berkontribusi pada ketidakteraturan siklus haid. Pasalnya, bagi sebagian besar perempuan--estrogen akan tersimpan dalam pinggul dan pinggang. Ketika ada pengurangan atau justru penambahan lemak, tubuh tidak akan menghasilkan cukup estrogen; sehingga berdampak pada ovulasi.

 

5. Penggunaan Pil Kontrasepsi

Ilustrasi: www.hellosehat.com 

Harus dipahami, beberapa jenis pil kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Itu sebabnya, sebelum menggunakan pil maupun alat kontrasepsi, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

 

6.  Konsumsi Obat-obatan

Ilustrasi: www.deherba.com

Dalam beberapa kasus, terlalu sering mengonsumsi obat-obatan dapat mengubah hormon yang mengatur siklus menstruasi. Namun, jangan khawatir. Pasalnya, ketika Anda berhenti--biasanya haid akan lancar kembali.

 

7. Penyakit Kronis

Ilustrasi: www.sdi.id

Ada beberapa penyakit yang memengaruhi siklus menstruasi Anda. Di antaranya, penyakit akibat infeksi hubungan seksual, tumor indung, hingga diabetes.

 

8. Kelelahan

Ilustrasi: www.ihei.wordpress.com

Biasanya, tubuh yang lelah akan mengakibatkan produksi melatonin terlambat. Inilah yang akhirnya dapat memicu gangguan tidur yang berdampak pada kacaunya siklus menstruasi pada perempuan.

 

9. Usia

Ilustrasi: www.kaltara.prokal.co

Setidaknya, perempuan memiliki periode usia yang rentan gangguan siklus menstruasi. Ini meliputi usia remaja dan usia 45-55 tahun (awal menopause). 

Previous Article
Trik Natural Makeup A La Korea
Trik Natural Makeup A La Korea

Makeup a la Korea populer dengan tampilan yang ringan, natural, dan glowing. Berikut beberapa trik riasan w...

Next Article
Ini 5 Manfaat Tidak Terduga dari Penggunaan Hand Cream
Ini 5 Manfaat Tidak Terduga dari Penggunaan Hand Cream

Bukan hanya menjaga kelembutan dan kelembapan tangan, hand cream juga punya beragam manfaat lain. Apa saja?

Curious about what we do?

Visit our website to find out more!

Learn More